Hidup Tanpa Produk Bajakan (1)

Beberapa bulan yang lalu saya jalan-jalan ke mall bersama istriku. Tiba-tiba ia berhenti disebuah toko film DVD bajakan karena tertarik melihat sebuah film drama.. Secara reflek saya langsung menegur istriku.. “Hush, jangan beli DVD bajakan!”  kataku.. Istriku menatapku penuh keanehan, “Lagi kesambet apa nih suamiku?”. Dengan sok bijak saya menasehati istriku “Kita harus bisa hidup tanpa produk bajakan, agar hidup kita lebih berkwalitas dan lebih barokah”.  “Tapi aku pengen nonton film itu!” kata istriku.. “Ya sewa aja yang asli!” kataku.. “Film baru, masih di bioskop”, katanya. “Ya nonton aja di bioskop” kataku.. Istriku cemberut. Ia tak mengerti kenapa saya tiba-tiba mempunyai sebuah prinsip hidup yang aneh di Indonesia ini yaitu “Hidup tanpa produk bajakan”.

Kalau kita bicara soal produk bajakan, dalam hati kecil kita pasti mengakui ada kemunafikan dan kebohongan yang kita sama-sama tahu tapi tidak pernah dibahas.  Misalnya, musisi sering sekali berteriak Anti Bajakan! Tetapi coba lihat di komputernya, lihat koleksi film DVDnya. Apa mereka tidak pernah memakai software bajakan? Apa mereka tidak pernah beli film DVD bajakan? Lalu kenapa mereka setiap mempromosikan album mereka selalu berkata “Jangan beli yang bajakan ya?” Padahal musik yang mereka bikin kebanyakan juga dibikin memakai program komputer atau software-software bajakan.

Banyak orang menulis tulisan atau postingan anti bajakan dikomputernya. Namun apa software yang dipakai untuk mengetik postingan tersebut asli? Banyak designer grafis yang mencantumkan logo anti pembajakan ketika membuat sebuah cover album atau design produk DVD yang di design dengan memakai program software grafis bajakan.

Saya pernah melihat artikel-artikel di sebuah majalah bisnis dimana dalam artikel2 tersebut mereka justru mengajak para pengrajin sprei, boneka dll untuk meningkatkan omzet mereka dengan membuat produk2 yang bergambar karakter2 kartun yang sedang ngetop. Walah, kok majalah bisnis malah menyuruh mencuri ya? Dalam hal ini mencuri hak patent atau hak cipta karya karakter kartun.

Bahkan banyak polisi atau aparat hukum yang menikmati film-film DVD bajakan di rumah bersama keluarganya. Ya, banyak orangtua menonton film DVD bajakan bersama-sama dengan anaknya seolah-olah mereka tidak mengetahui bahwa mereka sedang menikmati  hasil dari sebuah pencurian.

Saya pernah bertanya pada seorang polisi, boleh ga seseorang menjual narkoba atau membuka toko khusus produk narkoba di mall? Sang polisi merasa aneh dengan pertanyaan bodoh saya lalu menjawab, ” Ya tidak boleh dong!”.. “kenapa?” tanyaku.. “Karena ya melanggar hukum!” jawab sang polisi. “Lah, pembajakan juga kan melanggar hukum, kok mereka bisa buka toko bajakan di mall? Bedanya apa sama kalau orang buka toko narkoba di mall?” tanyaku.. “Ya, itu beda..” katanya sambil meloyor pergi..

Saya jadi punya kecurigaan bahwa kenapa polisi dan aparat hukum di Indonesia tidak sanggup memberantas pembajakan, yaitu karena salah satu dari kemungkinan berikut: 1. Malas 2. Takut 3. Tidak Sanggup atau 4. Kekenyangan…? Kalau polisi sanggup melarang orang membuka toko narkoba di mall, kenapa polisi tidak sanggup melarang orang membuka toko produk bajakan di mall??

Banyak orang berfikir bahwa pihak yang dirugikan oleh beredarnya produk bajakan adalah para musisi, produser musik, pembuat software, pembuat film atau singkatnya para pemegang Hak Karya Cipta. Jika anda berasumsi seperti itu anda salah besar. Pihak yang juga dirugikan oleh penjualan produk bajakan adalah masyarakat luas terutama rakyat kecil. Tidak percaya? Survey mengatakan ada 200 juta lebih CD music bajakan yang terjual pada tahun 2007. Apabila setiap CD musik yang asli itu mempunyai stiker pajak senilai Rp 2000 rupiah, ini berarti negara kehilangan kurang lebih 400 milyar rupiah pertahun dari Pajak Penjualan. Belum lagi dari software, games, film VCD, DVD. Berapa trilyun negara dirugikan pertahun? Penghasilan pajak sebanyak itu sebenarnya bisa dimanfaat untuk kepentingan rakyat kecil. Selain itu, produk bajakan membuat masyarakat kecil menjadi lebih banyak menghabiskan waktu produktif  mereka untuk menikmati produk-produk curian seperti games-games, film2 tidak bermutu yang tentu sangat tidak barokah bagi kehidupan masyarakat kita. Kerugian semacam ini tidak bisa dinilai dengan uang lagi.

Yah, Hidup Tanpa Produk Bajakan memang suatu hal yang sangat berat dilakukan di Indonesia.. Tetapi nanti dulu. Tidak sedikit orang yang sanggup melakukannya. Malah sebenarnya hal ini sangat mudah dijalankan dan sangat menyenangkan. HIDUP TANPA PRODUK BAJAKAN MEMBUAT HIDUP MENJADI LEBIH BERKWALITAS. Kenapa? Karena hidup hanyalah tentang pilhan. Yup, hanya tentang pilhan. Misalnya, mau nonton film bajakan? atau mau nonton bioskop? Ga sanggup bayar karcis, ya sewa saja DVDnya atau nonton tv saja. Acara tv ga mutu, ya sudah, bekerja atau berolahraga saja. Ketika bekerja, mau pake sofware bajakan yang murah tapi ide ga nongol2 atau pake sofware asli yang mahal tapi membuat semangat kerja menggebu-gebu karena tau modal softwarenya tidak murah, sehingga harus segera balik modal? Semua tentang pilihan.

Saya bukan bermaksud menjadi sok suci atau sok idealis. Tetapi saya hanya mencoba sharing kepada para sahabat bahwa hidup tanpa produk bajakan itu lebih menyenangkan. Saya juga dulu mantan penikmat film-film bajakan, software bajakan. Namun setelah saya coba, ternyata tidak sulit dan percaya atau tidak? membuat hidup saya menjadi lebih bermakna, setidaknya bagi saya sendiri.

Tulisan ini bukan cuma mengajak para pembaca untuk  hidup tanpa produk bajakan, tetapi juga mengharapkan Kepolisian RI dan segenap aparat hukum di Indonesai mulai serius memberantas pembajakan di negri ini. Hal ini disebabkan produk bajakan bukan cuma merugikan kalangan tertentu saja tetapi justru merusak perekonomian negara dan merusak kwalitas hidup sebagian besar masyarakat Indonesia.

Apa dampak pembajakan pada kwalitas hidup masyarakat? Bagaimana caranya Hidup Tanpa Produk Bajakan? Nantikan postingan berikutnya. :D



72 Comments so far

  1.    kaktuskeren on December 2nd, 2008

    duh, lagi menikmati punya blog yg hampir semuanya copas (lom sempat nulis yg asli), eeeeeee…..malah semua orang nulis no mbajak….piye tho2,tapi saya copas ut pribadi kok hehhee….ah bingung nerangke…ato jangan2 anda nulis ini ut album barunya ya, biar ga ada yg beli bajakan……hua haha

    Dedi: Kata mas KW, mbahnya blog detik, Copas bukan termasuk pembajakan kok.. selama dicantumkan sumber aslinya darimana.

  2.    redova on December 2nd, 2008

    “Dilema…
    “teknologi yang makin canggih yang memberi kesempatan…
    “Tp ditunggu ya postingan “Cara Hidup Tanpa produk Bajakan”nya….

    Dedi: Sekarang bagaimana kita menfaatkan technology tersebut dengan baik dan bijak ya boss..

  3.    nanang on December 2nd, 2008

    Salam kenal Kang Dedi! Maap, bukannya ngasih comment, tapi malah minta, hehe. Gini, kalau untuk mahasiswa yang pas2an tapi sangat membutuhkan beberapa software tertentu, di mana harga software2 asli tersebut benar2 jauh dari kemampuannya, tanpa software2 tersebut, dia (dan mungkin banyak mahasiswa2 lain senasib di negeri ini) tidak atau susah sekali berkembang, nah, gimana nih bagusnya untuk kasus ini?

    Dedi: Sangat bisa bro, tergantung bagaimana kita mengatasinya. Setahu saya, versi student jauh lebih murah dari versi standartnya. Masih banyak lagi cara yang lain. Tapi kalau saya bahas disini nanti kepanjangan bro. Nanti aja di lanjutan tulisannya akan saya bahas ya bro.. thanks..

  4.    faiz on December 2nd, 2008

    Kadang2 kita jadi terbiasa beli bajakan krn hrg murah. Mungkin sl0ganna ganti aja, bukan ”jangan beli bajakan”, tp ‘jangan dibajak’.
    Kl0 gak ada yg bajak, gak ada yg jual, jd gak ada yg beli, hehe

    Dedi: Kalau ga ada yang beli, pasti ga ada yang mau jual juga boss.. Makanya urusan yang jual itu urusan polisi, urusan yang beli ya urusan pribadi masing2 bagaimana kita melatih diri untuk hidup tanpa bajakan. Bisa kok, nantikan tulisan berikutnya yah.. hehehe

  5.    Ita on December 2nd, 2008

    utk kali ini aq ga sependapat nih . . Hehehe , karna ga semua org bisa beli yg asli , yg tentu nya harganya lebih mahal boo . . daripada yg bajakan . . : -) , jadi bener kata Mas Faiz tuh {salam kenal mas :-) }slogannya di ganti aja menjadi jangan membajak :-) , jadi kita ga beli bajakan . . Dan gimana kalau produk asli dijual dgn harga yg terjangkau tetapi tidak ada produk bajakan ? . . Jadi mau ga mau , org2 pasti beli produk yg asli d . . . Hehehe , ditunggu ya postingan berikutnya . . .

    Dedi: Kan hidup itu pilihan sis, kalau ga bisa beli yang mahal, kenapa harus beli, kenapa harus punya? Kan bisa sewa.. hehehe.. Dalam postingan berikutnya Insya Allah akan aku jelasin kok bagaimana cara hidup tanpa bajakan. Kalau di posting sekarang bakal kepanjangan soalnya.. hehehehe

  6.    dandoenk on December 2nd, 2008

    masyarakat maunya apa-apa dapat yang murah, sembako, bbm, alat transportasi, rumah…. termasuk juga cd/dvd. Meski cd/dvd yang ori dibuat murah dan terjangkau, tp tetep aja yang bajakan lebih jauh murah lagi.

    Kalo ada yg murah, kenapa harus beli yang mahal ?? Tanya Kenapa ? (slogan ini bs ditawarkan ke salah satu produk rokok mild ini :D )

    Dedi: Hehehe… Kalau ga mampu beli yang asli, kenapa harus punya? Kalau bokek ga usah beli bajakan, mending duitnya ditabung buat hal yang lebih bermanfaat..hehehe… Nantikan posting selanjutnya ya boss… :D

  7.    decidenotdecide on December 2nd, 2008

    akhirnya si bro nulis juga soal bajakan… Salut bro for ur princip and idealism :)

    tunggu postingan saya mengenai “Hidup Bajakan” :D
    bukan maksud melawan postingan para blogger detik yang anti pembajakan.. hanya mau melebarkan pandangan mengenai bajakan :)

    berhubung pagi ini mo ngurusin bini yang masih ngambek gara2 kopdar sabtu, jd paling sore or mlm saya posting, sangkainnya gw jalan ma ce lain di citoz ckckck nnti boleh minta no akang ya? biar bini gw percaya huhuhuhu

    ditunggu part 2-nya bos…

    Dedi: Oke, part dua akan membahas lebih dalam lagi bagaimana cara hidup tanpa bajakan… semoga berguna.. hehehe
    Sudah saya YM nomer saya bro..

  8.    Istantina on December 2nd, 2008

    Salut bos! Bicara ttg polisi yg kekenyangan.. Lah pantes aja, bny pak polisi yg perutnya pada buncit.. Gmn mau ngejar pnjahat yg rajin ngegym?

    Dedi: Maksud kekenyangan disini disuap boss, hehehe.. soalnya kok polisi banyak yang cuek sama pembajakan ya? hehehe

  9.    Daniel on December 2nd, 2008

    Serba salah juga seh. Coba liat aja software2 yg ada di PC kita, apakah smuanya original? Mngkn yg bs mengatakan original hanya yg pake laptop saja itupun gak smuanya.

    Dedi: Iya, software bajakannya juga kebanyakan software yang ga penting juga ya? Yang pentingnya cuma satu dua. Yang lainnya gadget2 ga penting…. Bisa kok hidup tanpa sofware bajakan. Nantikan postingan selanjutnya ya… thanks..

  10.    ruanghati on December 2nd, 2008

    hehehe jadi kesentil nih sama kang dedy, secara aku agak sering beli-beli dvd bajakan tersebut. Selain murah, karena gak selalu sempet nonton di bioskop untuk film-film tertentu yang aku suka. (bukan alasan sih harusnya hihihi…) .

    Kebanyakan aku beli DVD bajakan untuk film-film serial, yang masa putar di TV dah habis tapi penasaran jadi belilah bajakan.

    Tapi emang sih kang, dulu suami juga gak mau beli bajakan, beli DVD film power ranger dan kawan-kawannya pasti yg asli, yg ada aku cembetut, soalnya tau ndiri kan harganya, aku bilang mending beliin yg lain deh. Dia nya cuma senyum aja …. .

    Mungkin masalahnya harga bajakan dan yg original terlalu jauh. Jadi orang-orang kebanyakan lebih memilih DVD bajakan tanpa perlu mikir dampak buat industsri musik,film atau yg lebih ekstrem adalah menikmati hasil pencurian, waduh …. gak barokah ……

    hehehe .. solusinya harusnya dr diri sendiri dulu, dan “orang=orang” yg berkompeten “diatas” sana punya solusi juga gimana caranya supaya tidak ada pembajak . Ditunggu postingan selanjutnya …. btw istri masih ngambek ….????

    Dedi: hehehe.. hidup itu soal pilihan.. Film DVD adalah kebutuhan tertier, bukan premier. Masa hidup kita mau dinodai sama kebutuhan yang tertier.. Bisa kok sis, gampang nantikan postingan selanjutnya ya.. Thanks..
    Istri dah ga ngambek lagi kok.. hehehe, sekarang malah mendukung..

  11.    azeez on December 2nd, 2008

    ” Saya jadi punya kecurigaan bahwa kenapa polisi dan aparat hukum di Indonesia tidak sanggup memberantas pembajakan, yaitu karena salah satu dari kemungkinan berikut: 1. Malas 2. Takut 3. Tidak Sanggup atau 4. Kekenyangan…? ”
    Mau nambahin yang ke-5. Karena mereka juga menikmati barang bajakan juga. heheheheheheee…….
    Kalo aku sih, mending cari software yang free ato free trial, kalo memang gak bisa beli software serupa yang asli. Masih halal kan?
    Tapi memang sulit, bro! Barang bajakan sudah melekat pada kita seperti layaknya baju.
    Namun semua itu kembali lagi pada manusianya sendiri. Karena hidup memang penuh dengan pilihan. Pilihan hidup yang tepat akan membuat kita sehat, nikmat dan Insya Allah jauh dari laknat.
    Intinya : hidup apa adanya, gak usah dipaksain kalo memang gak mampu.
    Nikmati apa yang ada dan syukuri yang telah diberi-Nya

    Dedi: Iya juga tuh.. hehehe.. Setuju bro.. Hidup itu pilihan.. kayanya bro ini sudah bisa nangkep maksudku nih.. hehehe

  12.    hilman on December 2nd, 2008

    Iya bener banget nih…, kayanya sudah saatnya kita pelan-pelang meninggalkan kebiasaan untuk tidak menghargai hasil karya orang lain, dengan cara membajaknya… :)

    Terus terang buat gue, itu butuh proses. Tapi dengan adanya artikel ini, mudah-mudahan bisa membuat gue makin konsen dengan proses itu.

    Nanti diposting artikel lanjutan tentang alternatif dari barang yang biasanya kita bajak ya, Mas… seperti lebih memilih open source untuk software, atau yang tadi udah disebutin, mending nyewa DVD asli daripada beli bajakan. :)

    Dedi: Betul boss, bukan cuma itu.. saya akan bahas cara menghargai porduk yang asli dan dampak memakai produk bajakan pada kwalitas hidup. :)

  13.    kw on December 2nd, 2008

    hebat banget, salut.
    dulu saya pernah punya niat untuk tidak lagi beli dvd bajakan. 129 keping “koleksi” dvd bajakan saya bagi ke teman.

    namun gagal, karena tiap hari senin ada “pedagang” yang selalu membawa dvd-dvd bajakan itu.

    ok mas di tunggu postingan berikutnya.

    @kaktuskeren : ada yang bilang, penulis pemula itu meniru, penulis pintar itu “mencuri”. :)

    Dedi: hehehe… siap boss.. semoga postingan selanjutnya bisa membantu niat boss menghindari produk bajakan. Tapi bener loh mas, produk bajakan bisa membuat hidup kita kurang berkwalitas… nantikan postingannya ya mas… Salam

  14.    easy on December 2nd, 2008

    jangankan aplikasi2nya, win xP di notebook ku bajakan juga :(

    trus gimana ya dengan mp3 yang bisa ku download begitu saja dari internet ?
    plus juga kemarin ngopy film the dark night dari blognya temen.. :(

    Dedi: Kalau bisa beli notebook, seharusnya bisa beli XP yang asli dong.. Cuma ga mau aja kan karena merasa yang lain juga begitu.. hehehe
    Download dari internet masih saya maklumi, karena itu bentuknya sharing. Saya masih tidak menganggap bahwa sharing itu membajak. Tapi kalau sharingnya minta bayaran, itu namanya membajak. hehehe

  15.    aldie on December 2nd, 2008

    Duh maluuu, aku masih nyimpen dvd bajakan di gudang. MP3 haisl download bajakan juga ya? Oh, Indonesia, surganya para pembajak…

    Dedi: Tuh kan, kalau masih merasa malu, berarti beli produk bajakan bukan type2 nya kepribadian bro aldie nih.. Saya juga pernah mau ngasih orang koleksi film DVD bajakan saya. Tapi saya malu, jadi daripada saya kasih orang, akhirnya saya buang saja.. dan mulai hidup baru dengan yang lebih barokah… hehehe MP3 hasil download belum saya kategorikan bajakan boss, selam downloadnya masih gratis. Karena itu sifatnya sharing, bukan menjual. jadi simpen aja dulu. hehehe

  16.    Mada Suzamar on December 2nd, 2008

    Setuju dengan tulisan anda. Tapi setuju juga dengan komen blogger bahwa jika masih ada yang lebih murah kenapa harus beli yang mahal. Intinya, jika bajakan mau dibrantas dan tidak diburu pembeli, barang bajakan itu harus ga ada di negeri ini. Simple kan…?

    Dedi: itulah sis, tulisan ini tujuannya selain mengajak untuk tidak membeli, tetapi juga mengajak pihak yang berwenang untuk memberantas pembajakan secara serius. karena saya sangat percaya bahwa produk bajakan mengurangi kwalitas hidup masyarakat. Nanti akan saya bahas di kelanjutan postingan ini..

  17.    meiy on December 2nd, 2008

    bahasan yg bagus tak hanya mengemukakan persoalan, tapi kamu juga membahas soal kerugian rakyat,dsb… terutama soal pajak itu yg kadang tak terpikir oleh kita. ditunggu lanjutannya mas…

    aku sendiri sering dibilang gak gaul oleh anakku, soalnya sering cuek sama trend, aku sendiri baru tertarik pd musik, film dsb kalau itu secara tak sengaja aku dengar, atau aku baca. aku penonton tv palingmalas di dunia. aku suka membaca dg menyeleksi yg aku inginkan saja. seperti musik Naff, mulanya aku gak tau itu siapa Naff, walo di hape make rington-nya s/d skrg (heh keterlaluan yah)krn musiknya terdengar asyiik, lalu googling, eh malah ketemu mas deddy yg nulisnya keren :)aku juga berusaha beli cd/dvd asli (walo jarang krn boke hehe)..soalnya yg palsu mutunya gak keruan. palingan minjem koleksi adikku yg selalu asli dan buanyaaak bgt

    Dedi: Minjem masih lebih mulia daripada beli bajakan. Bahkan minjem dan mencopy untuk kepentingan pribadi adalah hal yang bisa diterima.. Daripada memperkaya si pencuri, mendingan sharing sesama teman dan keluarga..

  18.    julie on December 2nd, 2008

    hmmm..sampai saat ini sih aku ga pernah beli dvd ato kaset bajakan (mang ada ya kaset bajakan?) bukan karena aku sok kaya, tapi karena akunya ga terlalu suka nonton film, dan ketika punya suami yang hobi nonton film perang aku jadi suka beli2in vcd and dvd yang original, kadang2 malah neh ada obralan film2 jadul cuma 10rb perak tapi original. aku lebih milih yang original juga karena kalo pake bajakan dvd player yang udah kita beli mahal2 jadi cepat rusak.

    jadi bro dedi mang bener kalo dengan menggunakan produk yang original yang bukan bajakan bikin hidup kita lebih bermakna. Pertama, karena kita secara langsung ga beli produk curian, dan kedua kita jadi lebih giat cari duitnya untuk dapetin film ato cd musik yang kita pengen.

    Dedi: setuju sis, oleh karena itu saya mencoba sharing pada teman-teman nikmatnya hidup tanpa produk bajakan. Mungkin bisa membantu kearah kehidupan yang lebih berkwalitas.. hehehe

  19.    Anjari Umarjianto on December 2nd, 2008

    wah bro! ttg bajakan ini bisa kita agendakan untuk bahan obrolan kopdaran kita selanjutnya :)

    siapa sih yang tidak ingin menikmati yang asli???? mo ditanya sama siapa aja pasti ingin bro! cuma kadang, keinginan itu tidak berbanding dengan kamampuan, keadaan dan kenyataan bro!

    Klo aku, ada saatnya aku sangat ingin mencari yg original klo itu menyangkut barang-barang yg diharapkan akan awet dan menyangkut idola tapi klo yg sambil lalu sekedar saja ya cari yg bajakan. apalagi harganya murah dan kualitas bedanya gak jauh2 amat.

    tapi untuk album NaFF yang akan launching besok aku gak beli bajakan kok, tapi juga gak beli. berharap dikasih ama kang dedi :P

    Dedi: Siap boss, hidup adalah pilihan kan boss. Apakah kita mau hidup berkwalitas atau mau hidup senang tapi dikelilingi oleh produk2 palsu yang secara tak sadar membuat hidup menjadi “downgrade”.
    Saya usahakan CD buat bro yah, mungkin pake kuis2 dulu ah biar seru..

  20.    harmanto on December 2nd, 2008

    Sebenarnya bajakan bisa dikurangi bahkan dihilangkan asalkan produk CD, VCD atau DVD benar-benar murah dan terjangkau.. Menjadi tugas pemerintah pula meningkatkan daya beli masyarakat kita.

    Mengenai pemberantasan para toko pembajak, saya melihat ada keanehan, di mana setiap melewati pasar minggu yang ramai dgn toko bajakan tapi pernah suatu saat sepi blasss… ternyata mau ada operasi dan mereka telah mengetahuinya…tanyakan kenapa??? :D

    Dedi: Produk asli membutuhkan biaya produksi yang tinggi, misalnya biaya rekaman, workshop, research, pencipta lagu, gaji engineer dll. ditambah pula biaya pajak, grafis cover, agen dll. Jadi untuk membuat produk asli seharga produk bajakan adalah hal yang sulit.
    Kita kan seharusnya bisa menahan diri, misalnya daripada membeli 5 CD bajakan, kan lebih baik beli 1 CD yang asli. Toh namanya juga produk hiburan, ga perlu beli 5 kan? Yang penting seberapa kita terhibur kita oleh produk yang kita beli…
    Soal razia yang selalu gagal? Yah tanyakan kenapa?? :D

  21.    idana on December 2nd, 2008

    Sebelumnya salam kenal dulu untuk kang Dedi… iya siapa sich yang nga mau dengan yang asli ? Tapi masalahnya yang bajakan jauh lebih murah dari yang asli, kalau bisa beli murah nga ada alasan buat nga punya.. mungkin nanti kalo ada cara-caranya bisa di praktekin..

    Dedi: kalau ga bisa beli, kenapa harus punya? Masih banyak hal2 yang lebih layak dipunyai daripada koleksi produk bajakan..hehehe.. Nantikan postingan selanjutnya ya.. thanks.. Salam kenal juga ya..

  22.    anny on December 2nd, 2008

    Kalo mau istiqomah hal seperti ini perlu diterapkan
    Karena beli hal2 yg bajakan itu kan gak diridhoi Allah swt juga produsen iya kan?
    Tapi gampang2 susah ya buat melakukannya, karena banyak kans dan peluang menggoda untuk beli yang serba bajakan he..he…jujur aja isinya cuma beda tipis! kembali ke individu juga mau atau tidak untuk memperoleh yang halal tentunya bukan bajakan :)

    Dedi: Setuju sis, hidup adalah pilihan. Apakah kita mau memilih yang penting atau yang tidak penting… Menurut saya, CD musik bajakan dan Film DVD bajakan adalah hal yang tidak penting.. Tergantung dari kebutuhan individu masing2. Masih banyak alternatif lain yang lebih baik untuk menikmati itu semua. Thanks ya sis..

  23.    blackintowhite on December 2nd, 2008

    bajakan,
    saya masih pilih - pilh tuh bos,
    kalo itu produk dalam negeri, diusahakan beli yang asli.
    Apalagi kalo yang produksi itu padat karya.
    tapi kalo produk luar, hehehe….
    harganya mahal, jadi bajakan dulu deh.

    Dedi: Lumayan, suatu sikap awal yang patut dipuji.. Produk luar masih mahal? ya ga usah beli dulu bro.. pinjem aja dulu, Atau nabung dulu kan bisa.. Yang penting koleksi CDnya nanti lebih keren lagi karena asli semua. Mana koleksi yang lebih berkwalitas, 5 CD asli atau 20 CD bajakan? Apalagi CD bajakan sering error, malah makan ati.. hehehe

  24.    fianty on December 2nd, 2008

    aku hobi nonton & dengerin musik.. so karena aku sangat menghargai mereka yang telah membuat aku senang, jadi aku beli cd & dvd ori. Emang siy lumayan banget harganya apalagi DVD yang isinya komplit. Ada beberapa temen yang ngeledek, buat apa beli yang asli, kan yg bajakan juga banyak. Tapi karena aku ngerasai beli yang ori, maka aku jadi orang yg selektif. Beli yang benar-benar aku suka. Bener tuh kata Mas Dedi, hidup adalah sebuah pilihan.

    Dedi: Tuh kan, buktinya anda bisa kan? CD dan Film itu maslah kesenangan, kesenangan berhubungan erat dengan kepuasan. Beda kan sis kepuasan beli yang asli dan yang bajakan? Jadi lebih baik beli 1 yang asli daripada beli 10 yang bajakan semua. Apalagi yang bajakan bukan hal yang membanggakan untuk dikoleksi. Kalau beli satu, kita bisa banggain sampai anak cucu, kalau 10 yang bajakan? hehehe.. dipajang aja malu-maluin. hehehe

  25.    JalanSempit on December 2nd, 2008

    menurut ku sang penikmat produk bajakan ini.. heheh ada dua hal yang harus di pilah-pilah :
    1. Produk kalo di bajak /duplicate itu tidak mengurangi/ merubah/ tidak sama dari bentuk/ sipat dari yang asli. apasih yang dirugikan dari penikmat. contoh kalo Audio (katakanlah album baru naff nantinya) itu di puter berbarengan/ silih berganti yang bajakan dan original… kan ngak ada bedanya tuh.. (kecuali alat pemutar dan sound nya), kalo game’s or applications software mau ori or copy itu sama aja….
    2. kalo produk itu bajakan seperti sepatu, kaca mata, handphone yang bajakan atau Aspal (Asli tapi palsu) itu gua ngak mau karena kerasa banget bedanya… jadi mending kita tabung dulu duitnya buat beli yang ori.
    sorry pak kalo kita bersebrangan persepsi tentang memilih dan menikmati produk bajakan di nusantara yang indah ini.

    Dedi: 1. Beda bro, bukan hasilnya, tapi bagaimana kita mengapreciate produk tersebut. Misalnya, mana yang lebih baik punya 20 CD bajakan? atau 3 tapi yang ori? Secara kwantitas memang yang 20, tapi secara kwalitas beda. Dengan 3 saja kita bisa jauh merasa lebih nyaman, lebih bangga dan bisa lebih menikmati kepuasan memiliki atau mengkoleksi. Misalnya, Apakah bro akan mengapreciate sepeda yang harganya 1 juta dan sepeda yang harganya 50 ribu akan sama? Meskipun sama2 bisa dinaikin, tapi tingkat kepuasan akan berbeda. Untuk produk CD musik, koleksi Film DVD, bukankah tingkat kepuasaan adalah tujuan dari produk2 entertainment? Hidup adalah pilihan, tinggal bagaimana kita memilih cara untuk menghibur diri sendiri.
    Kalau games atau apllication software jauh lebih berbeda lagi bro.. Kalau software asli kita bisa upgrade, fix, support dll secara instant dan gratis dari internet. Bekerja dengan software aseli akan meningkatkan semangat kerja lebih tinggi dibanding dengan sofware bajakan. Hal ini saya alami sendiri.. itulah sebabnya musisi, designer, video editor yang pake software bajakan lebih sering bolak-balik ke toko sofware dari pada kerja. Begitu diinstal, sibuk ngecrack sana, ngecrak sini, begitu berhasil, cari lagi plugin yang lain, crack sana- crack sini.. kapan berkaryanya? Kalau software yang aseli, dia akan kerja lebih serius dan cari job lebih serius karena sadar bahwa modal yang dikeluarkan tidak sedikit. Effect ke etos kerjanya beda bro.. Belum lagi begini, software bajakan itu cuma programnya tok.. Kalau software asli Misalnya Final Cut Pro, termasuk program2 supportnya, tutorialnya, plugin2 third partynya, manualnya, upgrade gratisnya sampai mentok, bonus2 lainnya yang kalau ditotal2 harga DVD bajakan ya jatuhnya hampir setengahnya dari yang aslinya.. Juga beberapa software bajakan, setiap konek ke internet pada saat program itu terbuka akan otomatis di blok oleh perusahaan yang membuatnya. Jadi yang tak ternilai adalah, Peace of mind nya..
    2. kalau yang ini saya setuju.
    Nantikan postingan saya selanjutnya mengenai cara-cara hidup tanpa produk bajakan ya bro..

  26.    ariyulianto on December 2nd, 2008

    Tanah klo dibajak kok gak pernah protes :D sorry OOT

    lihat sisi yang salah yuk, dengan produk bajakan banyak perut bisa diisi, banyak usaha bisa dibuat. dilemanya memang hukum, membajak itu katanya salah, tapi modal hukum aja perut gak kenyang, kalau perut gak kenyang bisa-bisa revolusi, tumbangnya rejim paling gampang digerakkan dari perut yang lapar.

    toh atmosfirnya sudah begini, menyalahkan pembeli dan penjual dengan kaca mata hukum memang paling mudah, namun jelas tidak pernah selesai, satu ditangkap, besok muncul lagi pemain baru, jadi debat kusir, ngabisin energi

    capek deh … :D

    Dedi: hahaha.. terbalik dong bro, justru dengan adanya produk bajakan lebih banyak perut yang tak terisi, banyak usaha yang hancur lebur, alasannya terlalu panjang kalau saya tulis disini. nanti saya bahas dipostingan selanjutnya ya..Sebagai contoh pembahasan antara lain, Hidup kan pilihan bro, kalau dengan beli yang asli ga mampu, ya ga usah beli apa2, duitnya bisa buat beli makanan. tapi dengan produk bajakan, kaum lemah justru lebih banyak menghambur2kan uang.
    Buka usaha dengan produk bajakan? wah, dijamin usahanya ga barokah bro, alias ga pernah cukup hasilnya.. itulah sebabnya orang sibuk bolak-balik cari software bajakan karena mereka tidak pernah merasa cukup.. hehehe
    Insya Allah, postingan selanjutnya membahas cara-cara menghindari produk bajakan agar hidup menjadi lebih berkwalitas.. hehehehe…

  27.    depz on December 2nd, 2008

    stop piracy!!
    susah tapi kalo ga dimulai ya ga akan pernah bisa.
    its all about moral

    Dedi: Setuju, nantikan postingan selanjutnya tentang bagaimana hidup tanpa produk bajakan ya bro.. thanks..

  28.    biru on December 2nd, 2008

    kalo anak kos pakai yang bajakan halal ga ya??? :P
    ditunggu postingan lanjutannya Bro!!

    Dedi: pakai apa? sofware bajakan? kalau bisa beli komputer kenapa ga bisa beli software yang asli, Kan ada yang versi student, jauh lebih murah…
    Percayalah, kalau mahasiswa nabung trus beli yang asli versi student, dijamin dia akan lebih rajin belajarnya. Karena dia tau beli software nya dengan susah payah, jadi dia akan lebih menghargai jerih payahnya…..
    Tungguin postingan selanjutnya ya sis…

  29.    Dony on December 2nd, 2008

    dedi said “Download dari internet masih saya maklumi, karena itu bentuknya sharing. Saya masih tidak menganggap bahwa sharing itu membajak. Tapi kalau sharingnya minta bayaran, itu namanya membajak. hehehe” wah kalo yang ini gue demen nih.. ada sedikit cahaya terang di dalam kegelap gulitaan… bayangin kalo share aja udah dianggap ngebajak… cara apa lagi yah biar punya plug in VST dan VSTi yang keren2 gethoooo……………? share dong bang ded software2 kerennya
    PEACE Bro

    Dedi: Nah ini dia nih.. Bro ini musisi ya? Pertanyaanku apakah plugin2 VST yang keren2 itu membawa musik bro ini menjadi lebih berkwalitas? Menurut saya kuwalitas musik bro tergantung dari kreatifitas bro memanfaat fasilitas yang ada. Software asli lebih nyaman berkreasinya bro… Coba dengerin musik2 yang kwalitas yang beredar di pasaran, terdengar ga plugin2 VST bajakannya? tidak kan? Yang terdengar adalah komposisi nada-nada itu sendiri. Sound yang keren dihasilkan oleh SDM yang handal, bukan pluggin VST yang canggih bro… Pengalaman saya sih gitu…
    Nanti saya akan bahas lebih lanjut tentang bagaimana musisi bisa menghindari software bajakan tanpa mengeluarkan duit yang besar ya..
    Peace.. salam musisi bro..

  30.    owin on December 2nd, 2008

    saya dulu pakai windows bajakan di laptop buat kerja.
    setelah dapat duit terus nabung, terus beli deh windows aslinya.
    Kayanya lega banget rasanya. :D

    Dedi: Alhamdilillah, kan terasa lebih nyaman. Apalagi kalau bro ini konek ke internet. Bro bisa download upgrade2 dan fixnya langsung dari micorsoft secara gratis. Juga banyak software2 gratis yang bisa di download dari internet.
    Menurut saya sofware yang sedikit tapi halal, lebih bisa bikin konsen bekerja daripada banyak program tapi bajakan dan banyak ngehangnya.. hehehe

  31.    benwal on December 2nd, 2008

    sebagai seorang yg “lumbung beras”-nya akan terganggu karena adanya produk bajakan, memang sudah seharusnya mas Dedi bersikap begitu, meski itu sama keluarga sendiri…
    sy jg sudah lama mengharamkan beli CD bajakan musik atau film yg dibuat oleh orang Indonesia

    Dedi: Terima kasih mas.. tapi saya bersikap hidup tanpa produk bajakan bukan karena supaya CD asli saya laku kok boss. tapi supaya hidup bisa lebih berkwalitas. Nantikan postingan selanjutnya ya boss..

  32.    maureen80 on December 2nd, 2008

    hiks… saya mungkin salah satu yang paling memanfaatkan jasa bajak membajak ini… tapi dengan adanya postingan ini, aku akan mencoba untuk stop piracy!! yang pertama jelas dari dvd bajakan… klo dulu emang setiap minggu aku bisa 3 ato 4 kali malah nonton di bioskop, minimal sekali tiap minggunya. cuma belakangan ini aku emang lagi betah2nya di rumah dan ujung2nya beli dvd pelem bajakan sampe 20 keping malah sekali beli… kekeke…
    yowis… aku mendingan nonton di bioskop lagi aja dehh klo gitu bro..
    o iyah, jadi beneran tgl 10 manggung di medan bro? :)

    Dedi: Hehehe, sekarang daripada beli 20 keping tapi bajakan, banyak error, bikin esmosi, mending beli satu yang asli, film yang paling disukai, trus di koleksi. Sisanya sewa atau pinjem aja. Kalau sudah banyak masyarakat yang bersikap seperti ini. Pasti hidup terasa lebih nyaman. Tapi kalau masih sendirian memang agak berat, tapi lama-lama bisa kok.. nantikan postingan selanjutnya ya sis..
    Tanggal 10 jadi manggung di Medan..

  33.    yoana on December 2nd, 2008

    Merdeka…!!!Akhirnya ada juga yang sependapat dengan richa.
    Selama richa kerja(menghasilkan duit sendiri tanpa minta ama ortu)richa selalu beli CD or DVD baik film or musik yang 100% asli alias non bajakan(karena itu sudah jadi prinsip richa dari semasa SMP)tapi orang2 sekeliling richa(temen,sepupu,sampe adik sendiri)malah selalu ngeledikin richa bilang sok suci,munafik dsb,hehe…
    Tapi richa tetap aja pada pendirian karena sekaligus beli CD or DVD asli dll richa juga bisa nikmati cover2nya sekaligus dipajang buat koleksi,senengnya hati ini kalau yg terpajang semuanya murni non bajakan.
    Thanks ya Mas udah buat postingan ini,jadi seneng nih :)
    I love life without bajakan!!!!!
    Baik itu musik,film,brand tas,sepatu,jam,baju dsb kita coba aja beli yang semampu dengan dompet ini,tanpa bajakan kita bisa hidup kok :)

    Dedi: Alhamdulillah, ada juga yang bisa hidup tanpa produk bajakan…nyaman kan sis?

  34.    Yayan on December 2nd, 2008

    sebenarnya bisa kok hidup tanpa produk bajakan. Misal, beli laptop, biar software-nya ndak bajakan, pake linux dong… kan legal, halal pula… ga perlu beli… selain OS-nya juga dah dilengkapi dengan office, software utk multimedia, grafis, dan lain-lain… hidup linux…

    aku sendiri dulu pas jaman mahasiswa sempat pake windows bajakan hehehe (mahasiswa bro, blm berpenghasilan), tapi diimbangi dengan instal 2 OS, jadinya separuh bajakan, separuhnya halal hehehe…
    skarang alhamdulillah di sini beli laptop langsung ada windows originalnya…

    btw kalo download film dari internet atau nonton film dari internet termasuk membajak juga gak ya?

    Dedi: Iya mas, banyak cara kok untuk menghindari produk bajakan. download atau nonton film dari internet selama ga pake bayar menurut saya bukan termasuk bajakan. Atau bayarpun kalau rada ijini dari yang punya copyright bukan termasuk bajakan.

  35.    aribicara on December 2nd, 2008

    Aku jadi malu nich bang …. Dilaptopku winampnya banyak yang copypas …gimana tuh ..masuk kategori pembajakan g tuh …??

    Dedi: Copypas darimana? kalau dari CD asli atau dari internet gapapa.

  36.    zoe' on December 2nd, 2008

    ehmm… Bajakan yah.. jdi malu deh…
    untuk saat ini sih msih pake produk yang bajakan..
    dikurangi kali yah..!! daripada beli dvd bajakan mendingan ‘minjem’ dvd asli dari tmen x yah??? (Wkekekeke..)..

    thx dah ngingetin

    Dedi: Sama-sama, betul sekali.. daripada beli bajakan, mending minjem atau sewa…

  37.    freeze on December 2nd, 2008

    orang indonesia seneng yang mudah2,
    kebetulan pembajakan termasuk yang mudah2 itu

    sekian..

    Dedi: kalau yang mudah2 dan ga penting membawa dampak buruk buat kehidupan kita, lebih baik pelan2 ditinggalkan..

  38.    cyperus on December 2nd, 2008

    gue anti bajakan.!!!!!!

    bukan karena apa..
    tapi hanya itu yang bisa aku berikan buat musisi atau produk lainnya sebagai penikmatnya…

    Dedi: Terimakasih bro. semoga hidup anda lebih berkwalitas..

  39.    Professor Chaos aka Greenapple2008 on December 2nd, 2008

    Dilema lagi,hidup emang penuh dilema
    bajakan ya,uummmm gimana ya,yah kalo misalnya orang kaya masih juga beli bajakan ya tanyalah kenapa?
    Nah kalo orang kurang mampu beli bajakan tanya kenapa juga?
    dulu gua juga beli bajakan,secara kl gua beli yg asli(boro2)1CDasli nya Guns n Roses misalnya bisa buat makan gua seminggu,nah secara begitu banyak musik yg kita suka,bisa dibayangin kan
    (dalam hati gua juga pingin beli yg asli)apa daya tangan tak sampai.
    buat catatan kecil,hehe(sekarang gua udh ga prnah beli bajakn)napa?tehnologi kali ya.
    memang sih gua bisa ngerasa gimana kl hasil kerja kita dibajak(gemas rasanya)lah gua aja kalo gua liat ada yg donlot fhoto2 gua,gua nya geram..
    uum,ga bisa ya itu harga yg asli2 diturunin (dijamin malah bakal laris-dan ga akan ada yg mau beli bajakan lagi)tanya org2 deh,gua yakin mreka juga pingin yg asli:)
    btw,kalo CD nya Dedi mah,ntar gua beli yg asli..huahahaha

    ps:sorry kepanjangan,tau gini gua bikin postingan di blog gua,hehehe

    Dedi: kalau orang kaya beli bajakan, itu namanya maruk. Kalau orang kurang mampu ya sebaiknya menahan diri dan beli kebutuhan yang pokok saja. Betul tuh sis, mending memanfaatkan technology.. daripada membayar orang yang bukan pemegang hak…
    Thanks ya sis,
    Komennya seru tau…

  40.    winmit on December 2nd, 2008

    seperti agak susah, yang bajakan lebih mudah didapat dan murah harganye :D

    Dedi: berarti kitanya yang harus lebih menahan diri. Atau seharusnya pihak kepolisian yang bekerja dengan becus… hehehe

  41.    fandhie on December 2nd, 2008

    waduh maap.. utk sementara blom bisa lepas dari gelimangan produk bajakan… khususnya dvd movie dan software…
    klo film bagus sih biasanya gw nonton di bioskop tp tetap beli dvd bajakannya utk disimpen.. tp klo film2 yg ga layak nonton bioskop atau sekedar pengisi waktu sih beli aja bajakan..

    klo sofware.. aduh kebayang aja hrs beli software yg terus berkembang dari tahun ke tahun… sementar utk jual jasa yg dihasilkan dr software itu disini… wuihhh harganya ga masuk coy….

    Klo bicara mengenai survey 2007 ada 200-an juta cd musik bajakan yg laku dipasaran dan harusnya perCD bisa ada pemasukan utk negaran dari cukai 2000 per CD sih rasanya ngga akan begitu juga, karena tanpa CD bajakan gw rasa ngga akan laku sebanyak itu, karena pembeli akan berpikir 2-3 kali utk membeli CD ori sebanyak mereka membeli produk bajakan…

    Tapi tetap… menggunakan produk bajakan pasti ada rasa bersalah bro..
    hanya blom bisa keluar aja dari ‘kesempatan baik’ yg ada ini…

    tp nicelah udah mencoba mengingatkan…

    janji deh klo kondisi finansial dah memadai… akan stop piracy dehhh *diusahakan* :D

    Dedi: hehehe.. ini kan masalah menekan keinginan. kalau film kan ada alternatif lain selain beli bajakan. misalnya kalau memang filmnya ga layak nonton dibioskop ya sewa aja atau ya memang ga usah ditonton.. mending olah raga atau rekreasi yang lain. hehehe
    Soal software juga termasuk masalah menahan keinginan saja, kalau versi yang dimiliki sudah memenuhi kebutuhan, ngapain upgrade yang baru tiap tahun. Tapi biasanya kalau sudah beli yang asli, harga upgrade jauh lebih murah daripada full version. bahkan lebih banyak yang gratisnya tinggal download dari internet saja… Konsen bekerja dengan software yang dimiliki, lebih baik daripada bolak-balik ke toko software bajakan cari software terbaru.. hehehe
    Soal survey betul.. tapi kalau CD, games, software, film bajakan hilang dari peredaran, tetep jumlah pemasukan dari cukai jauh lebih besar daripada sekarang dan uang masyarakat kurang mampu yang tadinya dibelanjakan buat produk bajakan jadi bisa dipakai untuk yang lain. Trilyunan rupiah telah masuk kekantong pembajak bro, kalau pembajakan hilang.. trilyunan rupiah itu akan tetap berada di kantong masyarakat kurang mampu tersebut. Tetap win-win solution kalau pembajakan hilang dari negri ini.
    Nantikan postingan selanjutnya ya bro.. kalau saya bahas disini bakalan kepanjangan bro.. hehehe

  42.    murid on December 2nd, 2008

    Saya setuju kalau dianjurkan memilih nonton di bioskop di Indonesia dibanding membeli CD bajakannya…

    Akan tetapi….

    Di sini (Belanda) diambil contoh CD program komputer asli dengan buku diktat harganya sama dan orang tidak berkeberatan membeli yang asli. Ternyata setelah dipelajari, harga CD program asli dibandingkan dengan pendapatan minimal (900 Euro tunjangan pengangguran), persentasenya rendah, let’s say 20 Euro / 900 Euro alias 2.2%… kalau kita beli di Indonesia kita akan berpikir keras karena 20 Euro berarti 300 ribu rupiah dibandingkan dengan UMR alias (1,2 juta rupiah) berarti 300 ribu rupiah/1200 ribu rupiah berarti 25 % total pendapatan bulanan…

    Akan tetapi, HAL INI BUKAN MENJADI PEMBENARAN UNTUK PEMBIARAN TINDAKAN PEMBAJAKAN…

    Pemberantasan pembajakan tetap dijalankan dan hanya akan efektif jika dibarengi dengan usaha peningkatan kesejahteraan……

    Dari sisi pekarya, seperti musisi dan programmer, sudah tentu hal ini mengurangi pendapatannya….

    Penggunaan untuk kegaitan non komersial (pendidikan dan sejenisnya) secara umum tidak dianggap pembajakan

    Peace bro……

    Dedi: Harga sofware asli disini berbeda dengan diluar negri bro.. harga disini juga sudah disesuaikan. Dan biasannya sebuah prgram itu ada versi LE (limited edtion) atau versi standart yang harganya jauh lebih murah. Misalnya Peak Pro harganya Rp 5 jutaan. Peak LE cuma 1,1juta. Nah, peak LE sudah cukup memenuhi kebutuhan para pemula, student dan lain2. Kalau sudah beranjak pro ya berarti sudah maju juga usahanya..Tentu sudah memapu juga beli yang lebih mahal dan lebih pro.
    Film DVD, CD musik, Games dan lain-lain kan bukan kebutuhan pimer.. jadi klompok yang kurang mampu seharusnya bisa lebih menahan diri untuk tidak menghabiskan uangnya untuk membeli produk2 yang ga penting dan ga meningkatkan kwalitas hidup mereka.
    Jadi menghilangkan pembajakan justru bisa meningkatkan perekonomian masyarakat kecil. Karena mereka jadi tidak menghambur2kan uangnya untuk beli produk bajakan. Mereka kan bisa dengerin di radio, rekam dari radio, atau saling meminjam. Itu lebih baik daripada memperkaya si pembajak.
    Penggunaan untuk kegiatan non komersial juga punya lisence khusus bro, biasanya harga softwarenya jauh lebih murah..
    Peace..

  43. [...] setelah itu ke blognya suami malas, yang sedang menampilkan Foto mesra pasha dan acha. Ada lagi Hidup Tanpa Produk Bajakan (1) diblognya raksawardana, kemudian mampir diblog mas yudhiapr, denganRamalan Bintangnya. Lalu [...]

    Dedi: Siip, thanks sudah mampir kesini ya sis..

  44.    n-Ry on December 2nd, 2008

    setuju.
    saya jg sedang belajar untuk tidak membeli produk bajakan.

    Dedi: Oke, nantikan postingan selanjutnya mengenai cara-cara menghindari produik bajakan ya..

  45.    penyuuuuuuuu on December 2nd, 2008

    Saya sama banget dan setuju sama blackintowhite. Jangan membajak produk dalam negri. Yah, kalau dari luar sono mah, tetep bajakan (mahal bok). huehehehe guilty as charge lageeeee, neh!

    Dedi: hehehe.. sebenarnya produk dalam negri atau luar sama saja sis.. Maksud tulisan saya untuk hidup tanpa produk bajakan bukan tujuannya supaya musisi dalam negri bisa lebih makmur hehehe… tapi justru untuk kebaikan masyarakat kita itu sendiri agar bisa hidup lebih berkwalitas..
    Nantikan postingan saya selanjutnya ya sis.. semoga bisa membantu cara-cara menghindari produk bajakan.. hehehe

  46.    eddysilopurwanto on December 2nd, 2008

    Menurut saya mas, masyarakat kita bisa hidup tanpa “bajakan” dg syarat :
    1. Tingkat kesejahteraan masyarakat sudah baik (tdk pas2an).
    2. Hukum harus ditegakkan betul oleh pemerintah.
    Saya rasa dua hal utama tersebut dipenuhi, baru bangsa kita bisa hidup tanpa barang bajakan. Salah satu saja syarat di atas tdk terpenuhi, saya rasa sulit diwujudkan mas. Bagaimana mampu membeli software bagi seorang programer yg sedang berwiraswasta, kalau harga software tsb rp 25 jt, hal itu dialami sendiri oleh saudara saya. Penghasilan yg diterima dalam berwiraswasta “hanya cukup utk bayar cicilan2 & makan anak istri”. Tapi saya tetap setuju dg pandangan mas Dedi tsb. Kalau tdk dari sekarang kapan lagi ? sambil berharap perbaikan tingkat ekonomi masyarakat/negara kita, kita mulai dulu dari hal2 yg paling kecil dulu.
    Saya jadi membayangkan : Andaikan kang Dedi jadi KAPOLRI, bisa saya bayangkan apa yg terjadi ? yg jelas mas Dedi nggak ada waktu utk nge-blog (he..he..he..)
    HIDUP NAFF !!!!

    Dedi: Hukum harus ditegakan setuju bro.. Kepolisian harus lebih becus bekerja memberantas pembajakan.
    Tingkat kesejahteraan lebih baik? kalau yang ini saya kurang setuju bro.. justru sebenarnya pembajakanlah yang dapat membuat tingkat kesejahteraan menjadi lebih buruk.. ga percaya? Nantikan postingan saya selanjutnya ya bro..
    Saya jadi Kapolri? wah tak babat bara pembajak itu.. hehehe
    Hidup Edy!

  47.    fandhie on December 2nd, 2008

    wah keliatannya bro dedi kecapean ngereply komen pada panjang2 wakakaka…
    *peace*

    Dedi: Ga cape kok bro… seru, cuma semalem banyak urusan.. hehehe

  48.    tuiul on December 3rd, 2008

    haha…` blognya memang bagus. sayang intinya gak bakal
    ditanggapi serius oleh pembaca. hari gini anti bajakan?
    susah banget…` mimpi kali ye???

    Dedi: hehehe.. pembaca yang mana? anda? Buktinya komen yang lain serius-serius juga..
    hari gini anti bajakan? hehehe kenapa engga? Saya bisa, kakak saya bisa, beberapa teman saya bisa, beberapa komentator diatas juga bisa,
    Sebenarnya ga susah kok.. cuma ga mau aja atau ga tau triknya.. Hidup tanpa produk bajakan dapat meningkatkan kwalitas hidup loh.. ga percaya?
    Nantikan postingan saya selanjutnya ya…dan ini bukan mimpi bro, kenyataan kok.. hehehe

  49.    Murid on December 3rd, 2008

    Wah, penjelasannya bagus bro. Benar juga bro, barang - barang tersebut bukan kebutuhan primer, seperti yang bro bilang,” Film DVD, CD musik, Games dan lain-lain kan bukan kebutuhan pimer.. ” Wah, andai saja bro menulis panjang lebar tentang hal ini di postingan selanjutnya…Jadi, kami bisa mendapatkan perspektif dan sudut pandang yang sering terlupa orang…Siip bro, inilah salah satu manfaat blogging, bertukar pikiran dan saling memahami masalah dari berbagai sudut pandang, menyaring, dan melihat solusi atau penjelasan yang ada…Thanks for the sharing……

    Dedi: Terima kasih bro, iya, saya juga banyak belajar dari blog orang. Tulisan selanjutnya sudah saya posting bro.. semoga lebih seru.. hehehe

  50.    escoret on December 3rd, 2008

    huaaaaaaaaaaaaa…..
    aku juga pernag posting hal itu….: http://escoret.net/blog/index.php?s=bajakan

    sekarang pemusik,dpt duit malah dr nsp danada bbrp lagunya jadi soundtrack sinetron/pilm…

    *miris*

    Dedi: hehehe.. saya sudah mampir kesana kok.
    NSP lumayan..hehehe

  51.    kenny on December 3rd, 2008

    klo aku milih2 kog beli bajakannya (hahahah ngeles niy..), cuma beli dvd bajakan film luar. klo beli cd/vcd Indonesia punya pasti beli yg asli.
    Eh,,aku punya cd nya naff yg asli juga loh, beli pas mudik 3th lalu.

    Dedi: Lumayan kalau sudah pilih2.. semoga nanti ga ilih-pilih lagi.
    Makasih sudah beli CD Naff yang asli ya..

  52.    Gelandangan on December 3rd, 2008

    Saya terlambat nih kayaknya mas :D maaf lagi ada kesibukan mas

    Menanggapi masalah Bajak membajak sih kalau menurut saya yang tidak begitu tau dengan perkembangan CD bajakan. Ekonomi masyarakat indonesia yang memang masuk kategori penengah kebawah tapi kebanyakan ke bawahnya dari pada menengahnya huahahahaa. yah itulah mas. kaum miskin juga banyak yang ingin mendengarkan, merasakan perkembangan itu. mungkin jadi kreatifitas mereka itu timbul di karenakan CD Bajakan mas.

    Untuk pemaparan pajak untuk label cd atau dvd itu merugikan rakyat.
    toh kalau tidak di bajak juga tetap aja enggak ada yang samapai ketangan masyarakat kecil mas. Ini pajak di indonesiakan hanya untuk masyarakat kelas menengah bukannya masyarakat kecil.

    Saya setuju dengan STOP CD Bajakan Dan STOP Korupsi
    semoga indonesia bisa sejahtera amiennn

    Dedi: Amin… ya kita mulai dari diri sendiri dulu aja bro.. mencoba merubah hidup kita ke arah yang lebih baik dengan menghindari produk bajakan.

  53.    klikmade on December 3rd, 2008

    sekedar info aja nih mas
    gelandangan mau buka juga nih blog personal di detik
    rame kayaknya didetik dan aksesnya cepat

    SUkses yah mas

    Dedi: Selamat bergabung, nanti saya mampir ya..
    terima kasih

  54.    fauzan79 on December 3rd, 2008

    Ia, seharusnya kita menjadi bangsa beradab dengan tidak menggunakan poduk bajakan..!tapi kenyataannya tidak mudah, harus ada kemauan dari semua pihak. Mulai dari dari Presiden sampai kepala rumah tangga.

    Dedi: setuju banget bro, caranya sudah saya tulis di postingan selanjutnya bro.. semoga bermanfaat.

  55.    Mas Koko on December 3rd, 2008

    Simalakama sih mas kl saya bilang…
    tapi memang sudah selayaknya kita menghargai UU HAKI

    Dedi: setuju mas, tapi menurut saya sih bukan simalakama mas.. karena membeli produk bajakan tidak ada untungnya.. penjelasannya dipostingan saya berikutnya..

  56.    ayulk on December 3rd, 2008

    Bedanya apa sih yg bajakan dengan enggak dvdnya wahh daku nggak tau , apa bungkusnya beda yaghh ? daku suka dikasih dvd sama musik penyanyi nggak tau bajakan ato enggak

    Dedi: kalau film DVD sekarang makin sulit dibedain secara tampilan luar. tapi kalau sudah dilihat isinya biasanya beda kwalitas. Misalnya kwalitas gambar, subtitle, feature, bonus dll. kadang yang bajakan juga sering eror.

  57.    yoana on December 3rd, 2008

    Mochiron,ofcourse,tentunya 100% nyaman…man..man… :D

    Dedi: Weh, apa tuh, sejenis makanan mochi ya? wah aku harus mampir kesana nih. minta penjelasan. hehehe

  58.    elly.s on December 3rd, 2008

    pelan2 pasti bisa..
    ya barokah itu penting

    Dedi: Setuju sis…

  59.    arsyasaja on December 3rd, 2008

    hmmm saya membatasi beli bajakan hanya untuk dvd, cd, mp3, software, kaos, sepatu, casing hape,,, (kok banyak ya)

    Dedi: itu mah semuanya.. hehehe

  60.    shanti on December 3rd, 2008

    emang kerasa banget bedanya mas, pas saya beli produk asli dan bajakan, contohnya saya adalah penggemar buku, membaca adalah salah satu hobi saya. pernah saya kehabisan salah satu buku dan saya cari di bursa buku bajakan, eh ternyata ada. cobalah saya beli. pas saya baca dirumah… pfpfpfpfuuh… banyak halaman yg ilang, kertasnya jelek dan tulisannya ada yg kabur, maklumlah, harganya jauh lebih murah dari yang asli..

    pokoknya.. buat saya, beli bajakan ga ada bangga2nya deh..

    Dedi: iya sis, kalau ga penting-penting banget. ga usah beli bajakan kan? kalau penting, ya beli yang asli aja.. hehehe

  61.    Purna Darmadi on December 3rd, 2008

    whahaha…
    Jujur gw udah gak pernah beli CD musik bajakan sejak SMP, dulu kalo mau beli CD, kaset atau Vinyl gw jalan ke jalan Surabaya, Menteng Jak-pus disana pasarnya CD,kaset atau Vinyl bekas tapi ori bro sampe sekarang Gw masih kesana sebulan minimal sekali ke toko langganan gw, atau kalo cari yang gak beredar di Indonesia gw mesen di DS (duta suara) ada kebanggan tersendiri beli cd ori grup musik kayak The Smiths, Morissey, Bad Religion,Black Flack,Fugazi de el el saat mereka dah ngebatasin order/dah gak isa mesen lagi gw cari jalan lain order langsung tapi ini menemui kendala karena ribet masalah transaksinya, trus gw dapet ide download via internet, nah cara ini yang paling mantep sampe sekarang gw pake buat cari musik-musik kesukaan gw, buat film gw orang yang gak aneh-aneh totonton aja HBO lo gak usah puyeng beli DVD bajakan kok langganan tv kabelnya juga dah murah … buat software program macem VSTi banyak yang free ware kok DL aja plugin nya juga banyak yang di free ware/ bebas kok bro, cuma satu yang pasti kita gak dapetin yang teranyar wkwkwk, banyak cara tanpa ngebajak kok… cuma satu kalo ngedownload dah masuk kategori pembajakan… berarti gw lah salah satu pengguna bajakan… semoga ada yang ngikutin cara gw, kita gak mesti ngikutin hawa nafsu kita cuma untuk kepuasan sesaat kok dan banyak jalan untuk dapetin apa yang kita inginkan gw setuju bro Dedi…

    Dedi: Haaa ini dia, smart way untuk menghindari produk bajakan ya dengan membeli produk second.. setuju banget bro.

  62.    Purna Darmadi on December 3rd, 2008

    kok coment gw diatas anonymous wahhh gw belum loginnnn sialll…

    Dedi: hehehe.. sudah saya edit kok boss..

  63.    fandhie on December 4th, 2008

    ternyata seru ngebahas produk bajakan…
    tadi gw *dipaksa temen* nonton twilight di 21.. ternyata filmnya standar abis…
    drama dan kesannya abg pula.. yg terpikir di gw… yah film gini sih mending beli dvdnya aja *bajakan :)*
    langsung deh keinget postingan ini wakakakaka…..

    Dedi: wakakaa.. film standart sih lebih banyak daripada film keren bro, bukan berarti film2 pantesnya dibeli bajakannya.. tapi itu berarti film-film itu ga layak ditonton, apalagi dibeli..

  64.    Professor Chaos aka Greenapple2008 on December 6th, 2008

    menahan diri?orang kurang mampu juga kan pingin denegrin musik,juga pingin nonton pelem2,gimana ayo:)

    Dedi: kan dah dikasih tau caranya dipostingan ini.. hayo.. di skip ya? hehehe…

  65.    Professor Chaos aka Greenapple2008 on December 8th, 2008

    lupa,waktu koment yg kedua ga baca lg,gua baca dulu lagi ,enak aja di skip,nuduh sembarangan,huahagaha

    Dedi: hahaha…. maap ya.. heheh

  66.    Professor Chaos aka Greenapple2008 on December 8th, 2008

    oh,sewa dvd mksd nya,uum mahal jg bukan,kl rusak suruh gnti lg,ah udh ah,ga mau koment lg hehe,di murahin aja harganya,jd merata yg mnikmatinya,kabur ahhhhhhh

    Dedi: emangnya bikin film murah? hehehe…
    *kejar…jitak…ga kena….* hehehehe…..

  67.    Professor Chaos aka Greenapple2008 on December 12th, 2008

    okay okay,gua sih mikrnya orang2 yg ga mampu banget ya,pingin juga liat pelem,iya,gua tau bikin pelem ga murah…..
    lari ahhhhhhhhhhhhhhhhhh

    Dedi: ga mampu banget kok masih bisa beli DVD player? mending duitnya buat beli nasi.. atau nonton TV aja gratis, kalau malem filmnya juga bagus2 kok.. hehehe… kejaaaaaaarrrrrrr….

  68.    Professor Chaos aka Greenapple2008 on December 13th, 2008

    sudah,kita sudahi sajalah perdebatan kecil ini,haahaha
    (gua juga blun baca yg bag ke 2 nya,tp prasaan udh baca dan koment jg tp ko ga ada ya.spam?)

    Dedi: oke.. hahaha… seru tau..
    Ga ada tuh di spam karma… knapa ya? baca lagi aja, huehehehe…

  69.    sandalilang on December 16th, 2008

    tulisan yg sangat bagus

    Dedi: Thanks boss, btw…sandalnya ilang dimana? hehehe

  70.    jim on February 22nd, 2009

    uuh … beli cd audio lebih repot menikmatinya ketimbang beli mp3nya … hiks hiks … apalagi kalo ruang penyimpan digital begitu terbatas, masak iya semuanya musti di-rip dengan kualitas yg memadai. apalagi kalo trus mp3 player/harddisknya jebol. *sigh*

  71.    Prasetya M. Brata on April 30th, 2009

    Mantapppp bro’ ….
    Gw selalu berpesan waktu orang2 beli buku gw : … lebih berkah dan sejahtera punya buku yang asli ..
    Mungkin masalahnya, kampanye-nya : Jangan beli produk bajakan… Lha, berdasarkan hukum pikiran, ya malah beli … harusnya kampanyenya langsung content yang diharapkan : beli produk asli !.

    Btw, blog gw di detik udah gw tutup due to spams ..

  72.    adadantiada on June 11th, 2009

    Kenapa anda, mengajak orang untuk tidak membeli bajakan? apakah anda kira setiap orang sama seperti anda? anda ini tidak logis kalau nulis. Mana ada orang miskin bisa makan enak jika tidak diberi oleh orang besar, atau kalau nekad sedikit dia mencuri. Sementara selera manusia itu sama pengen yang enak-enak.

    Mendingan anda menghimbau kepada orang kaya untuk rame-rame bersedekah langsung kepada orang miskin yang pengen seperti orang kaya walau cuma satu detik. beliin kek orang miskin yang mau pinter software/music/film dan lain-lain yang mereka tidak bisa beli.

    Atau anda himbau orang-orang kaya untuk mengangkat anak dari orang-orang miskin untuk di sekolahkan. itu lebih logis.

Leave a reply