Hidup Tanpa Produk Bajakan (2)

4 Dec 2008

Melanjutkan topik sebelumnya Hidup Tanpa Produk Bajakan (1), seperti dijanjikan, saya akan membahas dampak produk bajakan bagi masyarakat kita agar kita bisa lebih memahami pentingnya menghindari produk bajakan.

Banyak orang menduga bahwa dampak buruk produk bajakan hanyalah terjadi pada pihak-pihak yang terlibat dalam pembuatan karya yang dibajak tersebut. Anggapan ini sebenarnya kurang tepat, sebab selain pihak-pihak yang tersebut, pemerintah dan masyarakat pengguna produk bajakan khususnya masyarakat kurang mampulah yang sebenarnya paling dirugikan. Hal-hal buruk akibat maraknya produk bajakan antara lain adalah::

1. Pemerintah kehilangan pendapatan pajak cukai penjualan yang mungkin jumlahnya sampai triyunan rupiah pertahun. Hal ini sangat buruk mengingat trilyunan rupiah tersebut masuk ke kocek para cukong2 pembajak yang dipakai antara lain buat judi, pelesir ke luar negri, foya2, sogok sana sogok sini. Ada ga para pembajak ini membangun masjid, gereja, atau fasilitas umum lainnya? Masyarakat kita sudah tertipu mentah-mentah. Ada cara yang lebih smart untuk mendapatkan produk yang kita inginkan tanpa memperkaya cukong-cukong pembuat produk bajakan tersebut.

2. Masyarakat ekonomi lemah cenderung menjadi lebih mudah memboros-boroskan uangnya untuk membeli film DVD, games, CD musik bajakan yang sebenarnya bukan merupakan kebutuhan yang penting. Berapa banyak orang yang punya duit pas-pasan lebih suka membeli film DVD bajakan daripada membeli produk yang lebih bermanfaat. Godaan film2 tidak bermutu, games2 tidak penting lebih menarik daripada godaan menabung di bank atau membeli barang yang lebih berguna misalnya buku. Apabila pembajakan dihapus, maka akan bermunculan tempat-tempat penyewaan film dvd, bioskop-bioskop akan laris, tempat-tempat hiburan keluarga akan lebih ramai. Kehidupan dunia entertainment dan rekreasi akan terasa lebih sehat.

3. Murahnya produk bajakan juga membuka akses lebih mudah bagi kaum ekonomi lemah untuk mendapat produk-produk hiburan yang tidak bermutu yang dapat merusak moral anak-anak maupun kaum dewasa. Murahnya produk bajakan akan menyita waktu produktif sebagian masyarakat untuk menikmati hiburan secara berlebihan yang tidak membawa kwalitas hidup mereka menjadi lebih baik. Untuk hiburan kan ada televisi, cable tv, radio, buku-buku, taman rekreasi, olahraga, futsal, renang dan lain2 yang jauh lebih bermanfaat.

4. Akibat pembajakan, kwalitas film dan musik yang diproduksi cenderung menurun. Hal ini disebabkan rendahnya apresiasi masyarakat terhadap produk yang asli, sehingga membuat para produser dan seniman mikir dua kali untuk membuat produk yang berkwalitas. Produk berkwalitas membutuhkan cost produksi yang tinggi sehingga sangat sulit bertahan karena tidak bisa balik modal akibat dari pembajakan tersebut.

5. Dalam berkarya, produktifitas dan kwalitas hasil karya para pengguna software bajakan berbeda dibandingkan dengan pengguna software asli. Hal ini disebabkan selain kelengkapan dan support software asli berikan, juga etos kerja yang dirasakan akibatkan menggunakan software bajakan dan software asli berbeda pula. Kalau mau bisnis kita mendapat barokah, gunakan software asli. Meskipun lebih mahal, tapi untuk bisnis cukup sesuai mengingat hasil yang didapat lebih baik dan dijamin semangat kerjapun akan berubah. Coba mari kita perhatikan, kenapa dunia animasi kita tidak maju2, padahal software2 animasi bajakan sangat murah dan mudah didapat. Hal ini karena animator kita kurang menghargai software bajakan yang dia pakai karena murah. Bagaimana perusahaan pengguna jasa animasi mau menghargai karya animasi dengan baik kalau mereka tahu sofware yang dipakai animatornya adalah software bajakan?

6. Dan terakhir, yang paling tidak bisa dinilai dengan uang atau materi adalah keberkahan dari Allah. Bagaimana kita bisa cari duit yang barokah ketika kita berkarya atau bekerja dengan menggunakan produk hasil curian. Bagaimana kita bisa hidup berkah apabila kita “menghibur” anak-anak kita dan diri sendiri dengan produk curian? Coba kita lihat diri kita sendiri (mungkin didepan kaca), apakah kita sudi menodai harga diri kita sendiri dengan membeli produk ga penting yang disebut produk bajakan?

Bagaimana cara menghindari produk bajakan agar hidup kita lebih berkwalitas?

Guna mempermudah pembahasan, saya akan membagi dulu sebagian produk bajakan menjadi empat kategori yaitu: Musik, Video Games, Film, dan Program Komputer.

- Musik. Kita hidup memang membutuhkan musik, namun untuk menikmatinya kita harus mendapatkannya dengan cara yang benar. Kita bisa mendengarkan dari radio atau rekam dari radio atau pinjam dan mengcopy lagu dari CD asli milik teman. Alternatif lain kita bisa download dari internet. Di negara-negara lain, file sharing adalah suatu bentuk pembajakan, tapi sebagian negara lain tidak. Saya memaklumi hal ini dan tidak menganggap hal ini sebagai pembajakan selama tidak terjadi jual beli.. Yang penting adalah tidak terjadinya jual beli. Apabila kita sangat menyukai suatu karya musik, maka membeli produk aslinya merupakan kepuasan tersendiri. Manjakan kuping kita dengan sesuatu yang benar. Coba bandingkan koleksi mana yang lebih bermutu dan lebih membanggakan: 3 Album musik yang asli atau 20 album musik bajakan?

- Games. Kalau kita sudah mampu membeli game console misalnya PSP, PS2 atau Wii, seharusnya kita sudah siap membeli games yang asli. Tidak perlu banyak, pilih 1 atau 2, tetapi manfaatkan game tersebut semaksimal mungkin. Apabila kita sudah bosan dengan games tersebut, kita bisa menabung dulu pelan-pelan buat beli games yang baru. Games adalah kesenangan saja, bukan kebutuhan. Masih banyak games yang lebih bermanfaat seperti futsal, basket, badminton, catur dll. Semuanya tergantung kita mengaturnya. Kita mau hidup yang berkwalitas atau tidak.

- Film. Kita bisa lebih menikmati film ketika nonton dibioskop. Apabila kita merasa banyak film yang secara kwalitas tidak layak untuk kita tonton dibioskop, bukan berarti film tersebut menjadi layak untuk dibeli versi bajakannya. Tetapi hal ini berarti film tersebut juga memang tidak layak untuk kita tonton. Buang-buang waktu saja. Apabila kita merasa menonton dibioskop terlalu mahal, kita bisa sewa DVD aslinya. Menonton DVD asli sewaan lebih nyaman daripada menonton DVD bajakan yang kwalitas gambarnya jelek dan kadang sering eror. Kita juga bisa menonton film dari tayangan televisi baik yang kabel maupun yang biasa. Apabila kita berlangganan satellite tv, kita bisa menambah channel2 film seperti HBO, Cinemax, Disney dll hanya dengan membayar tambahan kurang lebih Rp 50rb perbulan. Jumlah film yang bisa ditonton perbulan jauh lebih banyak dari jumlah membeli DVD bajakan seharga itu. Apabila kita merasa ada film yang layak untuk dikoleksi, maka mengoleksi film yang asli jauh lebih membangakan daripada yang bajakan. Menonton film bukanlah kebutuhan yang utama. Berapa kali para tokoh yang hidup sukses dan berkwalitas menonton film dalam sebulan?

- Program Komputer (software). Software yang asli dan yang bajakan jauh berbeda. Software asli dilengkapi dengan program2 support, upgrade gratis, library, manual, tutorial, sample project, online support, news update dll. Apabila kita ingin menggunakan sebuah software untuk bekerja, berkarya atau mencari nafkah, demi Allah, belilah yang asli. Kenyamanannya jauh berbeda. Jangan berfikir bahwa software asli tidak layak untuk dibeli karena mahal. Kita tentu juga tidak ingin hasil karya kita juga dinilai murahan kan? Jangan bilang kita tidak mampu membeli software asli apabila kita mampu membeli mobil, membeli HP mahal. Jangan bilang kita tidak mampu membeli software asli apabila kita mampu membeli laptop atau komputer mahal. Namun apabila kocek kita memang belum mampu membeli software yang asli tersebut, kita masih bisa membeli versi sederhananya yang lebih murah, misalnya versi student, versi standart, versi limited, versi light, versi lama dll. Yang penting adalah software tersebut mampu memberikan feature yang kita perlukan saja. Untuk program2 ringan banyak sekali kita bisa download secara gratis dari internet. Buat apa memperkaya para pembajak? Oh ya, banyak orang bangga dengan program2 bajakan yang ada di kompinya yang kalau dinilai aslinya bisa mencapi ratusan juta. Seperti bro DnD yang katanya nilai softwarenya kalau asli senilai 100 juta rupiah lebih. hehehe.. Saya dulu juga pernah mempunyai kebanggan seperti itu dengan software2 musik bajakan, tetapi itu kebanggan yang salah. Yang benar adalah, karya apa telah dihasilkan oleh kompi yang senilai segitu? Apakah karya yang dihasilkan oleh kompi seperti itu sudah bernilai ratusan juta juga? Atau cuma karya-karya iseng ga jelas? Coba ganti dengan software yang asli, dijamin lebi semangat lagi berkarya karena softwarenya mahal beneran. Software2 bajakan yang saya install dulu pada kenyataannya tidak pernah menghasilkan karya apa-apa. Malah saya disibukan dengan mengcrack, update, bolak-balik ke glodok, bolak-balik uninstall. Berkaryanya kapan? Hehehe..

Masih banyak lagi cara-cara atau trik-trik menghindari produk bajakan baik itu film, software dll. Namun tidak akan saya bahas semuanya karena mungkin belum tentu semuanya cocok untuk anda. Untuk itu saya dengan senang hati akan menjawab pertanyaan2 anda apabila anda masih ragu.

Sebagian besar produk bajakan adalah produk yang tidak penting untuk dimiliki. Harga yang mahal selalu dijadikan alasan untuk tidak membeli produk yang asli, namun apabila produk tersebut memang penting buat kehidupan kita, maka sebaiknya kita memperolehnya dengan cara yang benar agar manfaatnya lebih terasa. Tetapi kalau produk tersebut memang tidak penting, biar murah (bajakan), kenapa harus dibeli?

Banyak pula orang menganggap bahwa produk bajakan adalah sebuah ke”nikmat”an yang bisa didapat dinegri ini. Tetapi semua orang juga tau bahwa tidak semua yang namanya “nikmat” itu baik atau halal.

Menghindari produk bajakan adalah bukan untuk kebaikan para produser, musisi atau pihak-pihak yang memproduksi sebuah karya, tetapi untuk kebaikan kita sendiri. Mungkin negeri ini masih belum dicintai oleh Allah karena pemerintahnya masih saja membiarkan hal-hal buruk seperti ini merusak mental masyarakatnya, namun sebagai warga negara yang baik dan mahluk yang berahlak, kita wajib membuat suatu perubahan ke arah yang lebih baik meskipun hanya bermula dari diri sendiri. Hidup adalah pilihan.


TAGS


-

Author

Follow Me