Merendah Untuk Terlihat Tinggi

11 Dec 2008

Demi percepatan Tuhan
Demi cahaya bintang-bintang
Demi gelap malam yang sendiri
Aku kuatkan diri untuk tetap berjalan ke arah cahaya..
Demi pejaman mata dan kerendahan hati
Demi persahabatan dan gelak tawa
Demi saudara kandung yang bercengkrama
Aku lafazkan puji dan syukur pada hanya padaMU..

Sahabat blogger yang saya cintai, setelah seminggu saya absen, akhirnya rasa kangen saya terhadap ngeblog ini terpuaskan juga lewat postingan baru kali ini. Sebelumnnya saya mohon maaf buat para sahabat yang blognya belum sempat saya kunjungi..Kesibukan kali ini benar-benar menjauhkan saya dari dunia online. Maklum peralatan technology yang saya miliki belum secanggih peralatan teman-teman yang sudah bisa online dimana saja.Waktu ke Medan kemarin saya juga sebenarnya berharap bisa kopdar dengan para sahabat blogger disana, namun sayang akses internet di hotel yang tempat saya menginap sedang down. Hal ini membuat saya mempunyai kesulitan menghubungi para sahabat blogger di Medan karena saya tidak punya nomer HP masing2 sahabat. Maaf ya para sahabat blogger Medan, semoga lain waktu kita bisa kopdaran ya…Oke, lalu dipostingan kali ini saya mau nulis apa sih?Jawabannya: Saya juga tidak tahu, mengalir aja deh…Yup, Puisi diatas adalah benar2 yang ada dalam benak saya ketika saya memejamkan mata ketika berfikir apa yang mau saya tulis kali ini dan ketika membayangi apa yang terjadi dalam seminggu ini.. antara lain:

  • Berqurban, bertemu keluarga, bercengkrama dengan para kerabat saudara pada hari Raya Idul Adha.
  • Membersihkan diri dari hal-hal yang menjauhkan kita dari Allah.
  • manggung ke Medan, bertemu sahabat-sahabat Naff disana.
  • Pulang, baca blogdetik, membaca postingan para sahabat blogger yang menunjukan berbagai macam warna. Semuanya seru, semuanya jujur, semuanya keluar dari hati.

Namun ada satu blog yang saya perhatikan isinya cukup menggelikan saya terutama keluarga saya. Tulisannya selalu berkesan “merendah untuk terlihat tinggi”.Jadi inget seorang vokalis band papan atas berkata pada penonton: “Kami yang diatas panggung ini bukan artis, kami tidak sombong, kami rendah hati, kami tidak besar kepala, kami sama seperti kalian!”Hmmm… punya sifat rendah hati kok sombong? Rendah hati kok dipamerkan? Rendah hati kok disebut-sebut? Rendah hati kok ditulis diblog? Hehehehe…Saya cuma bisa mengelus dada ketika penulis blog ini menganggap kursi DPR itu sebagai kursi yang “empuk”. Jadi inget ketika seorang tokoh partai besar yang sedang berkolaborasi dengan partai besar lainnya menganggap bahwa kursi-kursi di DPR itu sebagai “rejeki yang harus dibagi-bagi”. Duh… miris dengernya…Tuh kan, postingan kali ini ga fokus.. Ya memang ga fokus karena terlalu banyak yang ingin ditulis setelah absen satu minggu..Tapi yang pasti saya ingin cepat-cepat blogwalking dan sowan ke blog-blog para sahabat bloggerku, karena.. saya adalah blogstar yang rendah hati.. hahaha… Rendah Hati kok dipamerin?Itu namanya bukan rendah hati atuh kang.. hehehe..


TAGS


-

Author

Follow Me