Serenity

15 Dec 2008

Malam ini sehabis pulang nonton film The Day The Earth Stood Still di PIM bersama sang istri, saya jadi ingat sebuah puisi yang saya tulis lima tahun yang lalu.

Serenity

Sometimes when the good is turning its back on you,


Close your eyes to all you see,


First believe then pray.


Sometimes when the bad is coming back at you,


Lay your weary head on me,


First relieve then cry.



I’ll shed you a little light.


So soon you’ll see the very me.


I am neither an angel nor your knight.


A love had turned me.



Let yourself lay down on this prairie


I’ll show you how to catch serenity


Let yourself fly up like a fairy


I’ll show you the world that you could never see…



Something inside you is what you need to learn.


Sure you’ll know that hatred is not what He asks for.


Something deep inside your heart is what you need to yearn.


Sure you’ll see the life that you saw will be better than before.



I long to be a man of light.


I come in peace to bring you the sight.


And I’ll give you heaven for a view.


The sight is true.

Dedi Raksawardana, August 2003.

Puisi ini kemudian menjadi lirik sebuah lagu ciptaan David dengan judul yang sama dan pernah dibawakan oleh sebuah band yang bernama Four Point Play. Alhamdulillah lagu tersebut kini telah di”copyright”kan atas nama saya dan David oleh Paramount Group Inc, sebuah perusahaan rekaman di Nashville, Amerika Serikat. Lagu berjudul Serenity ini adalah satu dari dua lagu saya dan David yang dikontrak oleh perusahaan rekaman tersebut.Kira-kira terjemahan dari syair diatas adalah sebagai berikut:

Ketentraman

Terkadang ketika kebaikan pergi meninggalkan dirimu,


Pejamkanlah matamu terhadap semua apa yang kamu lihat.


Pertama berimanlah, kemudian berdoalah.


Terkadang ketika kemalangan datang kembali padamu,


Sandarkanlah kepalamu yang letih kepada ku.


Pertama tenangkanlah, kemudian menangislah.



Akan kucurahkan kepadamu sebuah cahaya kecil.


Sehingga kemudian kamu bisa melihat siapa aku sebenarnya.


Aku bukan malaikat maupun ksatriamu,


Sebuah cinta telah merubahku..



Maka rebahkanlah tubuhmu di padang rumput ini.


Akan kutunjukan padamu bagaimana menggapai ketentraman.


Lalu biarkanlah dirimu melayang seperti seorang peri.


Akan kutunjukan kepadamu dunia yang belum pernah kamu lihat sebelumnya.



Sesuatu didalam dirimu itu adalah apa yang seharusnya kamu pelajari.


Sesungguhnya kamu akan tahu bahwa kebencian itu bukanlah apa yang Tuhan inginkan.


Sesuatu didalam lubuk hatimu itu adalah apa yang seharusnya kamu capai.


Sesungguhnya kamu akan melihat kehidupan yang telah kamu lihat akan menjadi lebih baik dari sebelumnya.



Aku telah lama menjadi manusia cahaya.


Aku datang dalam damai untuk membawakanmu sebuah pandangan.


Dan akan aku tunjukan padamu sebuah gambaran tentang surga.


Sesungguhnya gambaran itu adalah sebuah kebenaran.


Syair ini bercerita tentang seseorang yang telah menemukan cahaya di dalam hatinya sedang menentramkan seorang manusia (saya) yang pada waktu itu sedang gundah. Ia memberikan sebuah pandangan yang indah tentang kehidupan manusia dalam sebuah ketentraman yang hanya dapat dicapai dengan memahami kebenaran dari Tuhan. Syair ini juga merupakan titik awal dari keinginan untuk melakukan perjalanan menuju cahaya tersebut…


TAGS


-

Author

Follow Me