Kursus Malam Pertama Di Surga

20 Feb 2009

Jaman dulu dosa atau pahala masih tidak seberapa rumit dari jaman sekarang.
Dahulu mungkin dosa itu sangat simple misalnya membunuh, mencuri, berbohong dll. Tapi jaman sekarang dosa itu semakin banyak lagi kategorinya, ada pembajakan, carding, merokok, naruh uang di bank, make produk Amerika, dll.. Bahkan sekarang dosa itu tergantung kewarganegaraan.
Malaikat sekarang dituntut untuk menambah daftar pertanyaan akhirat dengan pertanyaan
Kamu warga negara mana? Karena akhirat sekarang ditentukan oleh kewarganegaraan.
Misalnya seseorang akan dihisab, maka apabila ia warga negara Indonesia maka ia akan berdosa apabila ia seorang Golput, merokok diwaktu remaja, menabung di bank biasa, tidak di bank syariat, dll.
Malaikat tersebut akan mengur orang itu, Kamu sebagai warganegara Indonesia maka kamu berdosa karena kamu golput dan kamu menabung di bank biasa. Golput itu dosa, bunga bank itu riba, riba itu dosa
Loh kenapa bisa begitu pak malaikat? Yup, ya karena MUI kamu bilang begitu, coba kalau bapak kamu orang latin dan kamu warga negara Brazil atau Mexico, kamu ga harus ngikutin fatwa MUI.
Tapi kamu jangan khawatir kok, neraka Indonesia ga seberat neraka2 negara lain.
Kok bisa begitu pak malaikat?
Yah begitulah, malaikat di neraka Indonesia bisa disogok, malaikat bagian cambuk kadang cuma absen doang trus pulang, kursi listriknya kadang byar pet karena pasokan listrik kurang, api yang bakar kamu juga mati idup karena pasokan gas dan bahan bakarnya tersendat2.
Berarti syurga di negaraku juga tidak senyaman syurga di negara lain dong pak malaikat?
Coba tanya saja MUImu itu, mereka2 lebih tahu tentang syurga dan neraka daripada kami2 ini. Tetapi fatwa2 yang mereka bikin sering membuat kami jadi bingung2 sendiri karena mereka sendiri plin plan dalam menentukan fatwanya. Seharusnya aturan2 yang bisa diatur di dunia pake hukum dunia saja, ga usah pake hukum akhirat segala. Kan nambah2 kerjaan kami saja. Mending kami jadi malaikat jaman dulu saja. Ga terlalu banyak pertanyaan.

Sebulan yang lalu saya berkunjung ke rumah ibu saya.. Setelah kangen2an beberapa saat ibuku mengutarakan maksudnya untuk pergi ke Bandung.
Ibu: Ded, mamih pake mobil dan supir untuk ke Bandung dari hari selasa sampai sabtu ya..
Dedi: Boleh mih, mau berobat terapy ya..?
Ibu: Iya sekalian mau ikutan kursus… kelas pengajian Islam.. 3 hari seminggu selama sebulan..
Dedi: Mamih apa ga cape? Mendingan mamih teraphy aja trus istirahat, ga usah ikutan kursus2 dulu… mamih kan dah sepuh..
Ibu: Justru karena mamih dah sepuh, mamih mau ikutan kursus yang ini..
Dedi: Memangnya kursus apaan mih..?
Ibu: Kursus Malam Pertama Di Surga..
Dedi: Aduh mih, bukannya kita kalau masuk surga itu semuanya sudah enak, apalagi yang mau dipelajari? Kan sudah ada 72 bidadari yang siap melayani kita..
Ibu: Tapi kan mamih perempuan, mamih ga mau dilayani sama 72 bidadari..
Dedi: Ya kan ada 72 bidadara… Kalau kita masuk neraka, mungkin kita memang perlu kursus.. bagaimana cara nyalain AC, bagaimana cara ngadepin malaikatnya.. tapi kalau surga… semuanya serba enak mih. Tinggal minta apa saja pasti dikasih..
Ibu: Ya tapi kan mamih pengen tau malam pertama di surga itu seperti apa?
Dedi: memangnya yang ngasih kursus sudah pernah masuk surga? Lagian mamih kan lagi kurang enak badan.. mendingan istrirahat saja..
Ibu: Mamih kan mau ngajak Sinsko (cucu pertama)…., biar Sinsko bisa ngisi liburannya..
Dedi: mih, Sinsko itu masih kuliah… malam pertama di dunia saja dia belum tau…
Ibuku tertawa…. beliau berfikir sejenak…
Dedi: Sudahlah mih, kita jalan2 saja di Bandung sama Sinsko.. kursusnya kapan2 saja kalau sudah sehat…

Diam2 saya mencari2 brosur tentang kelas kajian Islam yang ibuku maksud.. Saya penasaran apa benar ada kursus Malam Pertama Di Surga. Ternyata benar.. ada kelas pagi yang diselenggarakan Kajian Islam Intensif yang judul materinya adalah Malam Pertama Di Surga..
Saya malah jadi penasaran… apakah kursus ini akan mengajarkan saya cara berMalam pertama di surga bersama 72 bidadari? Atau bagi kaum wanita malam pertama bersama 72 bidadara..?
Wah boleh juga tuh… Tapi bukankah sekarang masuk syurga sudah semakin sulit?

Misalnya seorang warga negara Indonesia di sebuah desa pedalaman. Boro2 baca koran, TV saja ga punya. Ketika ia dihisab, ia dinyatakan berdosa karena ia seorang Goplut. Ketika ditanya malaikat, ia membela diri: Wong itu ga ada tertera di Alquran dan Hadist kok, bacaan saya dari kecil. Lalu malaikat itu menjawab Loh, kan golput haram itu ada di koran tanggal sekian-sekian.

Saya berhenti merenung. Kayanya sebelum saya ikutan Kursus Malam Pertama di Syurga, sebaiknya saya kursus dulu bagaimananya cara masuk syurga. Mulai sekarang saya harus langganan koran atau sering2 baca detik.com. :D


TAGS


-

Author

Follow Me