• 20

    Feb

    Kursus Malam Pertama Di Surga

    Jaman dulu dosa atau pahala masih tidak seberapa rumit dari jaman sekarang. Dahulu mungkin dosa itu sangat simple misalnya membunuh, mencuri, berbohong dll. Tapi jaman sekarang dosa itu semakin banyak lagi kategorinya, ada pembajakan, carding, merokok, naruh uang di bank, make produk Amerika, dll.. Bahkan sekarang dosa itu tergantung kewarganegaraan. Malaikat sekarang dituntut untuk menambah daftar pertanyaan akhirat dengan pertanyaan Kamu warga negara mana? Karena akhirat sekarang ditentukan oleh kewarganegaraan. Misalnya seseorang akan dihisab, maka apabila ia warga negara Indonesia maka ia akan berdosa apabila ia seorang Golput, merokok diwaktu remaja, menabung di bank biasa, tidak di bank syariat, dll. Malaikat tersebut akan mengur orang itu, Kamu sebagai warganegara Indonesia maka kam
  • 9

    Nov

    Intelegensia = Fanatisme?

    September 11 2001. 4 buah pesawat sipil komersial menghantam Amerika. Dunia heboh.. Pro dan kontra menggema. Serangan demi serangan terus berlanjut. Bom Bali 1, Bom Bali 2 dll… Korban berjatuhan, orang yang tak mengerti apa-apapun harus mati. Salah seorang pemuka agama mengatakan: “Para pelaku teror itu bukanlah orang-orang yang bodoh.. Mereka bisa mengendalikan pesawat, mereka bisa merakit bom, mereka bisa kucing-kucingan dengan aparat. Mereka adalah orang-orang yang pintar. Kalau mereka bodoh, tidak mungkin mereka bisa melakukan itu semua. Dan karena mereka tidak bodoh, mereka pasti punya alasan yang “masuk akal” kenapa mereka melakukan semua hal itu… Semua yang dilakukan orang pintar pasti bisa masuk akal alasannya…” Hmm.. benarkah ada alasan y
  • 31

    Oct

    MLM: Bisnis Hati Nurani Sang Kyai?

    Baru-baru ini saya baca berita bahwa salah satu bisnis sang kyai yaitu sebuah statiun tv dinyatakan bangkrut. Saya jadi teringat tentang bisnis sang kyai lainnya yang juga ditutup sekitar tahun 2004, yaitu bisnis MLM nya yang mereka sebut sebagai MLM syariah… Hmm, benarkah syariah? Sekitar tahun 2003, ketika saya masih tinggal di Bandung, saya pernah ditawari oleh seorang kerabat untuk masuk menjadi anggota MLM sang kyai kondang tersebut. Waktu itu saya menanyakan syarat-syarat dan produk yang dijualnya. Ternyata sebagian yang dijual adalah produk sehari-hari yang biasa didapat di minimarket. Produk tersebut hanya berganti merk saja menjadi merk usaha MLM tersebut. Langsung saja saya ceramah pada kerabat saya tersebut, dengan meniru-niru gaya sang kyai tentunya.. Saya: Setahu saya
  • 27

    Oct

    Jenggot Arab vs Jenggot Kambing

    Kisah ini berawal sekitar tahun lalu ketika band saya, Naff, showtur bareng bersama band Samsons. Waktu itu saya perhatikan semua personil band Samsons berjenggot. Saya lalu bertanya pada Konde (drummer Samsons) “Semua personil Samson berjenggot ya?” Konde tersenyum, menjawab sambil mengelus jenggotnya, “sunnah nabi tau!”. “Hmm. bener juga ya” kata saya waktu itu. Kalau saya berjenggot juga, mungkin saya akan dapat pahala. Sepulang dari umroh pertengahan tahun 2008, tiba2 saya merasa menjadi lebih sholeh, dan lebih agamis. Maka saya memutuskan untuk memelihara jenggot juga.. ya menuruti sunnah nabi. Namun ternyata istri saya dengan keras menentang, “Papah ga pantes melihara jenggot, jenggot papah kayak kambing!”. “Ah, jenggot saya le
-

Author

Follow Me